Rotasi Bumi Makin Cepat di Musim Panas 2025, ini Penjelasannya

Musim panas tahun ini membawa fenomena unik: rotasi Bumi semakin cepat. Para ilmuwan memprediksi bahwa pada 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus, durasi satu hari akan berkurang sekitar 1,3 hingga 1,5 milidetik dari 86.400 detik normalnya. Sekilas tampak sepele, tapi bagi sistem seperti satelit cuaca, GPS, hingga komunikasi dan persenjataan militer, setiap milidetik sangat berarti.

Fenomena ini bukan pertama kali terjadi. Pada 5 Juli tahun lalu, tercatat hari terpendek dalam sejarah modern, ketika Bumi “menghemat waktu” 1,66 milidetik. Kali ini, tiga hari pendek sekaligus dalam satu musim membuat banyak ilmuwan penasaran.

Apa yang bikin Bumi berputar lebih cepat?

Penyebab paling mungkin adalah posisi bulan. Saat bulan berada di titik terjauh dari Bumi (apogee), biasanya rotasi Bumi justru melambat. Tapi ternyata, sudut kemiringan orbit bulan yang bisa mencapai 28° terhadap ekuator Bumi juga ikut berperan. Sudut yang lebih tajam justru mempercepat rotasi Bumi karena pengaruh gravitasi bulan.

Namun, bukan hanya bulan yang bisa bikin hari jadi lebih singkat. Gempa bumi, seperti yang terjadi di Indonesia pada 2005, juga bisa memindahkan massa Bumi dan mempercepat rotasi. Tapi karena tak ada gempa besar baru-baru ini, penyebab ini pun dicoret.

Bagaimana dengan perubahan iklim?

Uniknya, perubahan iklim justru cenderung memperlambat rotasi Bumi. Studi NASA menunjukkan bahwa mencairnya gletser sejak tahun 2000 telah menggeser poros Bumi hingga 30 kaki, memperpanjang hari sekitar 2,62 milidetik per abad. Hal ini juga berlaku untuk kenaikan permukaan laut dan pembengkakan atmosfer akibat pemanasan global.

Bahkan tumbuhnya daun pada pohon di musim panas bisa sedikit memperlambat Bumi, karena massa berpindah ke tempat yang lebih jauh dari poros rotasi.

Jadi, sementara penyebab pasti dari percepatan rotasi kali ini belum 100% diketahui, banyak ilmuwan percaya bahwa ini bagian dari “tarian” lama antara Bumi dan bulan. Dan seperti biasa, keduanya akan terus bergerak harmonis seperti yang sudah terjadi selama 4,5 miliar tahun terakhir.

Sumber Livesciense