Kontroversi Apakah 3I/ATLAS adalah Pesawat Alien?

Sebuah makalah penelitian yang memicu perdebatan muncul kembali di kalangan ilmuwan luar angkasa. Penelitian ini menyebut bahwa objek antarbintang baru yang dinamakan 3I/ATLAS mungkin bukan hanya sekadar komet, melainkan pesawat alien yang “berpotensi berbahaya” dan menyamar sebagai objek alam.

Dari Mana Asal Kontroversinya?

3I/ATLAS pertama kali ditemukan pada 1 Juli 2025, bergerak menuju Matahari dengan kecepatan lebih dari 210.000 km/jam. Dalam waktu kurang dari 24 jam, para astronom memastikan bahwa objek ini berasal dari luar tata surya. Awalnya, 3I/ATLAS terlihat seperti komet besar dengan lapisan debu dan gas (coma) yang membentang hingga 24 km. Menariknya, simulasi komputer menunjukkan bahwa benda ini bisa berusia hingga 3 miliar tahun lebih tua dari tata surya kita.

Namun, pada 16 Juli, sebuah makalah yang belum melalui proses peer review diunggah ke arXiv. Penulisnya termasuk Avi Loeb, seorang astronom Harvard yang dikenal sering mengaitkan objek luar angkasa dengan kemungkinan keberadaan alien. Dalam makalah itu, Loeb dan timnya menyatakan bahwa ada kemungkinan 3I/ATLAS adalah pesawat alien dari peradaban yang mungkin tidak bersahabat.

Alasan yang Diajukan Peneliti

Tim peneliti menyebutkan beberapa alasan:

  • Lintasan aneh: 3I/ATLAS memiliki kecepatan lebih tinggi dibanding dua objek antarbintang lain yang pernah ditemukan sebelumnya, yaitu ‘Oumuamua (2017) dan Komet Borisov (2019).
  • Pendekatan ke tiga planet: Objek ini akan melintas cukup dekat dengan Jupiter, Mars, dan Venus. Loeb berspekulasi, jika benar ini pesawat alien, bisa saja mereka memanfaatkan momentum tersebut untuk “meninggalkan perangkat” di planet-planet itu.
  • Posisi tersembunyi: Ketika mencapai titik terdekat dengan Matahari pada 30 Oktober nanti, 3I/ATLAS akan berada di sisi berlawanan dengan Bumi sehingga sulit diamati dengan teleskop.

Loeb bahkan mengaitkan temuannya dengan hipotesis “dark forest”, yang menyatakan bahwa peradaban alien sengaja menyembunyikan keberadaan mereka demi bertahan hidup dari ancaman di alam semesta.

Reaksi Keras dari Komunitas Ilmiah

Sebagian besar ilmuwan menolak klaim ini. Menurut mereka, bukti yang ada jelas menunjukkan 3I/ATLAS adalah komet alami. Darryl Seligman dari Michigan State University mengatakan, “Semua tanda menunjukkan ini komet biasa yang terlempar dari sistem bintang lain, sama seperti miliaran komet yang keluar dari tata surya kita.”

Samantha Lawler, astronom dari University of Regina, menyebut klaim ini “tidak masuk akal dan justru mengganggu fokus penelitian ilmiah yang sebenarnya.” Ia menambahkan bahwa ketiadaan deteksi zat kimia khas komet bukanlah bukti, karena objek masih terlalu jauh dari Matahari untuk mengeluarkan gas yang bisa terdeteksi.

Chris Lintott dari Universitas Oxford juga menyatakan hal serupa, “Saran bahwa objek ini buatan hanyalah mengada-ada dan melecehkan kerja keras ilmuwan yang sedang mempelajari objek ini dengan serius.”

Loeb Tetap Pada Pendirian

Avi Loeb bukan pertama kali menghadapi kritik seperti ini. Sebelumnya, ia juga mengklaim bahwa ‘Oumuamua adalah kemungkinan pesawat alien, meskipun kemudian kebanyakan ilmuwan sepakat itu adalah asteroid atau komet biasa. Loeb berpendapat bahwa “hipotesis seperti ini tetap layak dieksplorasi, walau peluangnya kecil.”


Hingga saat ini, mayoritas ilmuwan menyimpulkan bahwa 3I/ATLAS hanyalah komet alami yang datang dari luar tata surya. Meski begitu, penelitian ini kembali memunculkan perdebatan lama tentang kemungkinan adanya pesawat alien yang tersembunyi di alam semesta. Bagi dunia ilmiah, perdebatan ini menjadi pengingat penting: klaim luar biasa membutuhkan bukti yang luar biasa.